Berbicara tentang jiwa manusia berhasil mengalihkan kepedihan hidup kita. Sungguh mengherankan, dengan mendengar sedemikian banyak malapetaka di bumi ini, bobot penderitaan kita makin berkurang. Sehingga kita merasa jijik untuk mengeluh, di saat menyadari semua orang pun menderita.

Flirting: kenali sebelum jadi korban

Flirting, didefinisikan oleh kamus Oxford Advanced Learner, berbunyi "to behave towards somebody as if one finds them physically attractive, but without any serious intention of having a relationship." Artinya, bertindak seolah-olah seseorang tertarik terhadap orang lain secara fisik, padahal tanpa niat untuk menjalin hubungan serius. Akibat dari flirting bagi korbannya adalah perasaan ge-er yang dilanjutkan dengan patah hati. Lantas, si pelaku flirting yang dianggap kejam tersebut kemudian dihadiahi reputasi "heartbreaker" atau penakluk hati. Kajian tentang flirting menarik perhatian saya sejak 2003. Pencarian data selama 3 tahun jangan dikira mudah, banyak heartbreaker yang saya ajak diskusi memilih menutup mulut ketika topik pembicaraan mulai saya arahkan ke kajian flirting. Akhirnya, saya berhasil juga mengadakan beberapa kali 'interview' informal dengan 2 orang heartbreaker amatir pada kisaran usia 25 di tempat dan waktu yang berbeda, seorang laki-laki (X) dan seorang wanita (Y). Selain dua interview, saya juga telah membuntuti kehidupan seorang pria beristri (usia 34) yang terkenal dengan reputasinya sebagai heartbreaker. Berikut ringkasannya:

Dalam beberapa kali 'interview', baik X maupun Y mengaku bahwa mereka pasangan yang setia, namun mereka tipe orang yang nggak akan melewatkan kesempatan merespon "fans-fans"nya. Keduanya sama-sama menikmati bakat interpersonal dalam diri mereka dan mengasahnya lewat interaksi sehari-hari, terutama dengan lawan jenis. Secara implisit Y mengakui bahwa motif heartbreaker adalah kepuasan memenangkan hati orang lain dan mempengaruhi orang lain. Karena merasa mahal namun tetap laris manis, X bilang, yang menjadi pacarnya harus pandai menjaga kondisi hatinya. Pernyataan ini ditambahkan oleh Y yang menuntut sang pacar untuk mengerti, menerima, dan memberikannya kebebasan untuk menjadi diri sendiri. X menekankan pentingnya sebuah kepercayaan dalam hubungan cinta. Y membuka rahasia bahwa ia hanya bisa ditaklukkan oleh pacarnya yang memiliki segala kualitas mental yang ia butuhkan dari seorang pria. Karena heartbreaker juga manusia, ternyata heartbreaker juga punya rasa cemburu. Y mewanta-wanti pacarnya untuk tidak selingkuh, sementara X menampilkan sikap dan sifat posesif yang sedikit irasional.

Berikut catatan saya menginvestigasi (cieeeeeh..) kehidupan seorang pria kosmopolitan yang bertitel MBA (Married, But Available). Postur tubuh dan rupa wajahnya memang cocok dikategorikan sebagai om senang atau playboy. Sorry, bukannya sok menghakimi, tapi komentar teman kuliahnya tentang reputasi dia di masa lalu, ternyata mendukung analisa saya. Secara finansial, dia sangat makmur. Penampilannya parlente, sikapnya gentleman dan santun. Ciri-ciri pria seperti ini biasanya selalu menjauh dari calon korban ketika sedang menjawab telpon dari cewek lain, suka pamer kemampuan, bersikap sangat manis dan lembut kepada wanita, banyak mengerti seluk beluk tubuh dan periode menstruasi wanita, memberikan banyak perhatian yang sifatnya serentak banyak dalam rentang waktu yang singkat, suka mengetes, suka menyindir, suka menantang (!!), sering bikin ge-er yang dikemas ringan dalam bahasa humor, suka pembicaraan tentang seks (tidak mutlak, mungkin hanya mereka yang ekstrovert. Heartbreaker yang introvert ada yang berpura-pura polos), dan berusaha sesedikit mungkin menjawab topik tentang istrinya. Om yg satu ini beberapa kali menceritakan struggle-nya dalam kehidupan yang nestapa, tujuan hidupnya yang mulia, dan menampilkan kesan bahwa dia pria baik-baik yang kesepian.

Flirting ditinjau dari berbagai sudut pandang tidak akan menemui titik ujung maupun pangkal. Setiap orang punya motif dan latar belakang mengapa dia melakukan flirting. Adakah orang yang melakukan flirting tanpa dia sadari? Menurut jawaban nona Y, "tidak ada."

Yang penting untuk diketahui adalah bahwa melalui perbincangan dengan mereka, saya menemukan lima kesamaan dalam pribadi heartbreaker:
1. Sangat mengenal kelebihan dan kekurangan pada diri mereka dan tahu bagaimana mengolah kedua hal tersebut sehingga menjadi hal yang apik dan menarik.
2. Pernah (atau beberapa kali) mengucapkan kalimat yang semakna dengan "I am interesting and charming."
3. Punya masalah dengan sifat gengsi dalam diri mereka.
4. Ingin menjadi individu yang berbeda dari individu lainnya.
5. Cuek terhadap komentar orang lain tentang diri mereka.

No comments: