Saya ingin kritis terhadap istilah: seluruh nasib manusia dan alam semesta telah ditentukan dari awalnya. Bila Tuhan benar-benar mutlak menentukan itu, apa maksudnya Ia membuat skenario drama yang akan Ia tonton sendiri? Lagipula di mana kebebasan menjadi makhluk hidup? Lebih parah lagi, buat apa manusia berusaha, bila hasilnya sama saja dengan tidak berusaha karena bergantung dengan nasib semata?
Saya percaya, tuhan menentukan adanya kelahiran, kematian, dan kodrat jasmaniah dan rohaniah yang harus diterima setiap makhluk hidup. Tapi saya tidak percaya jika Tuhan hanya menonton boneka-bonekaNya menjalankan skenarioNya tanpa ada improvisasi sama sekali.
No comments:
Post a Comment