Berbicara tentang jiwa manusia berhasil mengalihkan kepedihan hidup kita. Sungguh mengherankan, dengan mendengar sedemikian banyak malapetaka di bumi ini, bobot penderitaan kita makin berkurang. Sehingga kita merasa jijik untuk mengeluh, di saat menyadari semua orang pun menderita.

Permintaan maaf

Sori kalo tulisan di bawah ini agak puitis. Kalo mau ketawa, silakan aja. Posting ini saya tulis hari ini bertepatan dgn ulang tahun seseorang. Seseorang yang terlalu senior bagi saya, namun dgn rendah hati minta maaf pd saya dan menulis di SMSnya, "I am not perfect, but I can always be a true friend." Mencontoh perbuatan senior itulah, saya meminta maaf melalui blogsite ini sebagai pengganti lisan saya yg tak mampu berujar.

TAHUN 2007 INI tahun penentuan hidup saya. Pertengahan tahun 2003-2007 saya sebut sbg jaman kegelapan dan masa transisi. Teman...menjalani hidup dengan berprinsip itu bagus. Tapi hati-hati dengan prinsip yang kalian anut sekarang. Kalian mungkin mengira prinsip tersebut menjamin hidup kalian stabil dan bahagia. Saya juga dulu begitu, sampai Tuhan menguji saya dengan suatu tragedi, kemudian perspektif saya terhadap dunia berubah drastis.  Singkat kata: Jika di dunia ini ada yang namanya cinta buta, maka ada juga yang namanya loyalisme buta, biasaya akibat idealisme. Nah, loyalisme buta dan berprasangka baik setiap saat itu sifat yang bagus, tetapi cenderung merugikan.

Saya kutip kalimat berikut dari buku Chicken Soup for Teenage Soul. "Beberapa orang keluar-masuk sepanjang kehidupan kita dan tidak meninggalkan jejak apa-apa. Namun ada juga beberapa orang yang masuk ke dalam kehidupan kita, dan sejak itu hidup kita tak sama seperti sebelumnya."

Kini saya mulai bisa membaca "peta". Semua itu berkat teman-teman yang membantu saya keluar dari kebutaan. Buta pada fakta bahwa dunia ini tidak steril dan tak berpagar, dan satu-satunya kepastian jaman adalah ketidakpastian itu sendiri.