Lift Gedung Jaya di Jalan MH Thamrin, Jakarta, pagi itu disesaki para pegawai yang bergegas masuk kantor. Saat pintu lift hampir tertutup, seorang ibu dan gadis kecilnya yang kira-kira berusia 10 tahun mau ikut masuk. Tanpa ada orang yang peduli menekan tombol Open demi mereka, keduanya akhirnya berhasil masuk lift, meski si ibu harus beradu fisik dulu dengan pintu lift yang tanpa ampun terus bergerak menutup. Tepat sebelum pintu lift tertutup penuh, si anak spontan memukul pintu lift itu. "Nakal." cetusnya, lalu mendongak melihat muka ibunya sambil nyengir, "Hehe..."
Di kantor, nggak sengaja aku mikirin terus kejadian itu yang hampir mirip dengan kejadian satu setengah tahun lalu, tentang seorang anak dan permainan sepak bola.
Nopember 2007, tepatnya di arena simulasi olah raga sepak bola Museum Scienceworks, sekitar Weribee, barat kota Melbourne, berkunjung sebuah keluarga yang terdiri atas bapak, ibu dan dua anak laki-laki mereka yang kira-kira masih SD. Anak yang terkecil kelihatannya antusias ingin mencoba fasilitas simulasi tersebut, yaitu main sepak bola lawan komputer. Ruangan yang kira-kira berukuran 5x5 meter itu berisi satu gawang dan tembok yang berfungsi seperti layar. Ceritanya, tendangan penalti. Komputerlah yang akan menembakkan bola virtual ke arah si anak yang harus menangkap bola layaknya keeper. Permainan dimulai..
Kesempatan pertama, bola lolos.
Kesempatan kedua, bola lolos lagi.
Ketika yang ketiga.. Si anak pasang kuda-kuda. Ia tahu ini kesempatan terakhir. Ia disaksikan orang tua, saudara dan beberapa pengunjung lainnya, termasuk aku. Kemudian bola terakhir ditembakkan.....
Perkiraannya yang salah untuk melesat ke kiri membuat bola meluncur tanpa halangan ke dalam gawang dari arah kanan. Keeper cilik itu gagal lagi. Kecewa, ia langsung memeluk ibunya sambil menangis, sementara kakaknya yang jadi penasaran ikut mencoba simulasi itu.
Aku yakin sekali dengan pendengaranku. Kemudian tutur si ibu, "It's alright...Soccer's a stupid game."
Berbicara tentang jiwa manusia berhasil mengalihkan kepedihan hidup kita. Sungguh mengherankan, dengan mendengar sedemikian banyak malapetaka di bumi ini, bobot penderitaan kita makin berkurang. Sehingga kita merasa jijik untuk mengeluh, di saat menyadari semua orang pun menderita.
Jaminan Kerja untuk Bidang Bahasa Inggris
Lulus dengan dua jenis sertifikat di tangan: Sarjana Pendidikan dan Akta Mengajar IV, para lulusan jurusan Bahasa Inggris program studi Keguruan tidak melulu berakhir sebagai guru bahasa Inggris di sekolah-sekolah atau kursus-kursus.
"Ngapain ngambil kuliah bahasa Inggris? Emangnya nggak cukup dapet pelajaran bahasa Inggris di SD, SMP, dan SMU?"
Aha! Paradigma awam semacam itu umum sekali terjadi. Jurusan bahasa Inggris menjangkau jauh lebih luas dari sekedar tata bahasa yang pernah (berulang kali) diajarkan di SD, SMP, dan SMU. Mata kuliah terbagi atas mata kuliah keahlian dan kebahasaan. Untuk mata kuliah keahlian, mahasiswa diajarkan ilmu-ilmu pedagogi (pengajaran) termasuk psikologi perkembangan dan seluruh profesi kependidikan, sementara untuk mata kuliah kebahasaan, mahasiswa diajarkan ilmu linguistik (sastra) dan literatur (kesusastraan) yang meliputi morfologi, sintaks, fonologi, sosiolinguistik, psikolingusitik, sematik, drama, puisi, dan sebagainya selain tata bahasa dan keempat keahlian kebahasaan (membaca, menulis, menyimak, dan berbicara). Uniknya, bukan hanya itu. Khusus prodik Keguruan, mahasiswa diajarkan keahlian khusus mengajar bahasa Inggris yang tidak bisa didapat di jurusan bahasa Inggris program studi Non Keguruan. Mata kuliah khusus tersebut mencakup teori-teori pembelajaran/pemerolehan bahasa, metode-metode mengajar bahasa asing, cara mengevaluasi kemampuan bahasa asing seseorang, cara mengembangkan silabus, microteaching, dan program pengalaman lapangan. Jadi lulusan jurusan ini lebih difokuskan mengasah kemampuan metakognitif, sebagai modal dasar untuk mendidik, selain kognitifnya.
Kalau ada orang tanya bagaimana caranya belajar bahasa asing yang paling efektif, jawabannya tidak seenteng, "Banyak latihan dong." karena setiap individu unik dan berhak atas solusi dengan pendekatan personal. Seorang lulusan program studi Keguruan jurusan bahasa asing pasti tahu ramuan rahasianya yaitu dengan terlebih dahulu menganalisis sikap belajar dan lingkungan pasiennya, karena ia menghabiskan bersemester-semester untuk mempelajari hal ini.
Setelah menelusuri mata kuliah yang dipelajari, barulah kita bisa mengeksplorasi jenis profesi apa, selain guru bahasa Inggris, yang kualifikasinya sejalan dengan jurusan ini.
1. Guru bahasa Indonesia untuk ekspatriat
2. Penerjemah dokumen
3. Penerjemah lisan/interpreter
4. Editor berita bahasa Inggris
5. Penguji bahasa Inggris/ assessor
6. Jurnalis/reporter/koresponden untuk media massa di luar negeri
7. Pemandu wisata
8. Perumus kurikulum
9. Penulis buku pelajaran
dan masih banyak jenis profesi lainnya. Bidang studi bahasa Inggris di Indonesia ibarat surga yang menjanjikan banyak kesempatan kerja.
Tantangan untuk Jurusan bahasa Inggris
Oke. Sekarang yang jadi pertanyaan, "Sejauh mana latar belakang pendidikan Keguruan Bahasa Inggris bisa menafkahi lulusannya, jika ia berada di luar Indonesia?" Dengan pertimbangan, misalnya jika bermigrasi ke Kanada, akan sangat absurd rasanya seorang Indonesia mengajar bahasa Inggris di sekolah yang murid-muridnya justru penutur asli bahasa Inggris. Seorang migran penutur bahasa asing/kedua tidak layak melangkahi lahan pekerjaan penutur asli bahasa tersebut di tanah airnya.
Kemampuan menulis dalam bahasa Inggris bisa dijadikan pegangan mencari nafkah dengan notabene profesionalisme si migran rata-rata atau di atas penutur asli bahasa Inggris. Tidak ada batasan umur, jenis kelamin, bahkan kewarganegaraan dalam persaingan kerja dunia tulis menulis. Siapapun boleh mengirimkan tulisannya, siapapun dihargai buah pikirannya. Kesalahan tata bahasa dan semantik bisa dikoreksi editor, yang penting adalah isi dan cara penyampaian berita tulisan tersebut. Profesi sambilan sebagai koresponden dan/atau penulis lepas ini bisa dilakukan di negara manapun di dunia ini.
Pilihan kedua adalah menjadi penerjemah atau interpreter. Bergabunglah dengan lembaga-lembaga alih bahasa di negara setempat yang memerlukan jasa penerjemahan Inggris-Indonesia.
Pilihan ketiga adalah mengajar bahasa Indonesia untuk murid-murid di negara setempat. Menjadi penutur asli suatu bahasa, memiliki kemampuan mengajar, dan mengomunikasikan ilmu dalam bahasa Inggris membuka peluang kerja unik di negeri perantauan. Satu negara benua besar yang mengajarkan bahasa Indonesia di sebagian SD, SMP, dan SMU adalah Australia. Sebelum melamar pekerjaan ini, Anda harus mengantongi sertifikasi kesetaraan profesionalisme keguruan dari lembaga yang bernama Teaching Australia atau setaranya kemudian memenuhi syarat-syarat keimigrasian di website imigrasi Australia untuk skema Skilled Migrant Worker.
Nah, ada tantangan lainnya?
"Ngapain ngambil kuliah bahasa Inggris? Emangnya nggak cukup dapet pelajaran bahasa Inggris di SD, SMP, dan SMU?"
Aha! Paradigma awam semacam itu umum sekali terjadi. Jurusan bahasa Inggris menjangkau jauh lebih luas dari sekedar tata bahasa yang pernah (berulang kali) diajarkan di SD, SMP, dan SMU. Mata kuliah terbagi atas mata kuliah keahlian dan kebahasaan. Untuk mata kuliah keahlian, mahasiswa diajarkan ilmu-ilmu pedagogi (pengajaran) termasuk psikologi perkembangan dan seluruh profesi kependidikan, sementara untuk mata kuliah kebahasaan, mahasiswa diajarkan ilmu linguistik (sastra) dan literatur (kesusastraan) yang meliputi morfologi, sintaks, fonologi, sosiolinguistik, psikolingusitik, sematik, drama, puisi, dan sebagainya selain tata bahasa dan keempat keahlian kebahasaan (membaca, menulis, menyimak, dan berbicara). Uniknya, bukan hanya itu. Khusus prodik Keguruan, mahasiswa diajarkan keahlian khusus mengajar bahasa Inggris yang tidak bisa didapat di jurusan bahasa Inggris program studi Non Keguruan. Mata kuliah khusus tersebut mencakup teori-teori pembelajaran/pemerolehan bahasa, metode-metode mengajar bahasa asing, cara mengevaluasi kemampuan bahasa asing seseorang, cara mengembangkan silabus, microteaching, dan program pengalaman lapangan. Jadi lulusan jurusan ini lebih difokuskan mengasah kemampuan metakognitif, sebagai modal dasar untuk mendidik, selain kognitifnya.
Kalau ada orang tanya bagaimana caranya belajar bahasa asing yang paling efektif, jawabannya tidak seenteng, "Banyak latihan dong." karena setiap individu unik dan berhak atas solusi dengan pendekatan personal. Seorang lulusan program studi Keguruan jurusan bahasa asing pasti tahu ramuan rahasianya yaitu dengan terlebih dahulu menganalisis sikap belajar dan lingkungan pasiennya, karena ia menghabiskan bersemester-semester untuk mempelajari hal ini.
Setelah menelusuri mata kuliah yang dipelajari, barulah kita bisa mengeksplorasi jenis profesi apa, selain guru bahasa Inggris, yang kualifikasinya sejalan dengan jurusan ini.
1. Guru bahasa Indonesia untuk ekspatriat
2. Penerjemah dokumen
3. Penerjemah lisan/interpreter
4. Editor berita bahasa Inggris
5. Penguji bahasa Inggris/ assessor
6. Jurnalis/reporter/koresponden untuk media massa di luar negeri
7. Pemandu wisata
8. Perumus kurikulum
9. Penulis buku pelajaran
dan masih banyak jenis profesi lainnya. Bidang studi bahasa Inggris di Indonesia ibarat surga yang menjanjikan banyak kesempatan kerja.
Tantangan untuk Jurusan bahasa Inggris
Oke. Sekarang yang jadi pertanyaan, "Sejauh mana latar belakang pendidikan Keguruan Bahasa Inggris bisa menafkahi lulusannya, jika ia berada di luar Indonesia?" Dengan pertimbangan, misalnya jika bermigrasi ke Kanada, akan sangat absurd rasanya seorang Indonesia mengajar bahasa Inggris di sekolah yang murid-muridnya justru penutur asli bahasa Inggris. Seorang migran penutur bahasa asing/kedua tidak layak melangkahi lahan pekerjaan penutur asli bahasa tersebut di tanah airnya.
Kemampuan menulis dalam bahasa Inggris bisa dijadikan pegangan mencari nafkah dengan notabene profesionalisme si migran rata-rata atau di atas penutur asli bahasa Inggris. Tidak ada batasan umur, jenis kelamin, bahkan kewarganegaraan dalam persaingan kerja dunia tulis menulis. Siapapun boleh mengirimkan tulisannya, siapapun dihargai buah pikirannya. Kesalahan tata bahasa dan semantik bisa dikoreksi editor, yang penting adalah isi dan cara penyampaian berita tulisan tersebut. Profesi sambilan sebagai koresponden dan/atau penulis lepas ini bisa dilakukan di negara manapun di dunia ini.
Pilihan kedua adalah menjadi penerjemah atau interpreter. Bergabunglah dengan lembaga-lembaga alih bahasa di negara setempat yang memerlukan jasa penerjemahan Inggris-Indonesia.
Pilihan ketiga adalah mengajar bahasa Indonesia untuk murid-murid di negara setempat. Menjadi penutur asli suatu bahasa, memiliki kemampuan mengajar, dan mengomunikasikan ilmu dalam bahasa Inggris membuka peluang kerja unik di negeri perantauan. Satu negara benua besar yang mengajarkan bahasa Indonesia di sebagian SD, SMP, dan SMU adalah Australia. Sebelum melamar pekerjaan ini, Anda harus mengantongi sertifikasi kesetaraan profesionalisme keguruan dari lembaga yang bernama Teaching Australia atau setaranya kemudian memenuhi syarat-syarat keimigrasian di website imigrasi Australia untuk skema Skilled Migrant Worker.
Nah, ada tantangan lainnya?